bpbd.tasikmalayakab.go.id, Singaparna - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor yang menutup total akses jalan penghubung Ciawi–Singaparna di wilayah Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, berlokasi di Kampung Ciengang, RT 03/RW 03, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.
Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi disertai kondisi tanah yang labil, sehingga tebing di sekitar jalan mengalami pergerakan dan runtuh menutupi badan jalan. Material longsoran diperkirakan memiliki volume cukup besar dengan ukuran sekitar tinggi ±40 meter, panjang ±15 meter, lebar ±30 meter, serta ketebalan tanah mencapai 1,5 meter.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan Kabupaten penghubung (Ciawi–Singaparna) tertutup total, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Menanggapi kejadian tersebut, Tim BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan kaji cepat ke lokasi bencana serta menyiapkan langkah penanganan darurat. Proses evakuasi material longsor dilakukan menggunakan alat berat (loader) untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Dalam upaya mitigasi, masyarakat sekitar serta pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi karena potensi kejadian serupa masih dapat terjadi.
Adapun update kondisi terkini, pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 02.35 WIB, material longsor yang menutup jalan sebagian telah berhasil dievakuasi menggunakan alat berat, disertai pembersihan jalan dengan penyemprotan. Saat ini sebagian badan jalan sudah terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Penanganan evakuasi material longsor akan dilanjutkan kembali pada pagi hari, Kamis (12/2).